Berinovasi dengan Menggabungkan Bahasa, Sejarah dan Budaya sebagai Metode Pembelajaran

Lembaga Kursus Hakim Learning Center Kembali Berinovasi dengan Menggabungkan Bahasa, Sejarah dan Budaya sebagai Metode Pembelajaran

Berinovasi dengan Menggabungkan Bahasa, Sejarah dan Budaya sebagai Metode Pembelajaran
Dok. Pribadi

HLC News - Ibarat dua sisi koin, sejarah dan budaya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sejarah merupakan suatu proses mengenal lingkungan dari masa lalu untuk masa depan, sedangkan budaya adalah hasil dari pengamatan tersebut yang melekat pada para pelakunya.

Berbicara tentang sejarah dan budaya, Indonesia merupakan salah satu negara yang sarat akan nilai-nilai sejarah dan budayanya. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan budaya yang tersebar di ratusan pulau, namun justru dari perbedaan-perbedaan yang dipersatukan itulah kemerdekaan Indonesia dapat diraih. Lalu pantaskah generasi muda masa kini bersifat tak acuh terhadap sejarah dan budaya Indonesia?

Sejarah dan budaya Indonesia sudah sepatutnya untuk dilestarikan agar bangsa ini tidak kehilangan identitasnya. Seperti kata Soekarno, "Jangan sekali-kali melupakan sejarah". Karena memang sejarah dan budaya itulah yang menjadi identitas suatu bangsa. Lalu apa yang seharusnya dilakukan para generasi muda agar sejarah dan budaya Indonesia dapat tetap lestari?

Banyak cara yang bisa dilakukan agar sejarah dan budaya Indonesia dapat tetap lestari, salah satunya adalah dengan mengunjungi situs-situs atau tempat wisata yang memiliki nilai-nilai sejarah. Seperti yang dilakukan Hakim Learning Center, lembaga kursus 4 bahasa Eropa ini memiliki program unggulan yang bernama Dharma Bhakti Desa. Program ini menjadi salah satu program unggulan karena dinilai bisa menjadi metode belajar mengajar terbaru yang inovatif dan memiliki dampak yang positif. 

Dengan adanya kegiatan Jelajah Desa dan Situs-Situs Bersejarah ini, selain bisa belajar bahasa sambil berwisata para member juga bisa belajar tentang nilai-nilai kearifan lokal, budaya dan sejarah yang belum mereka ketahui sebelumnya. Dan ini bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi para member yang tidak dapat mereka temukan di lembaga kursus lainnya.

"Menurut saya metode belajar dengan jelajah desa seperti ini cukup unik dan menyenangkan, selain kita bisa belajar bahasa dan memperbanyak kosa kata kita juga bisa menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. Ibaratnya menyelam sambil minum air". Ujar Rosyid, (17/09/20) peserta program Dharma Bhakti Desa Hakim Learning Center.

Goa Selo Bajul

Di periode 10 September ini Hakim LC berserta team menjelajahi desa Besowo dengan mengunjungi Sumber Bening, Goa Selo Bajul, Waduk Siman dan Situs Geneng. Setiap tempat yang dikunjungi memiliki kisah serta sejarahnya tersendiri, dan tentunya banyak hal-hal positif yang dapat diambil. Seperti kisah dibalik Sumber Bening dan Goa Selo Bajul. Sumber Bening dan Goa Selo Bajul sangat erat kaitannya dengan tokoh Bhagawanta Bhari. Bhagawanta Bhari adalah tokoh suci yang hidup di abad ke 7, era sebelum kerajaan kediri. Bhagawanta Bhari terkenal dengan karyanya yaitu kanal sungai Harinjing/Serinjing yang berhasil memakmurkan dunia pertanian di era tersebut. Berkat karyanya itulah Bhagawanta Bhari mendapat anugrah Tanah Swatantra (perdikan) dari Raja Rieke Dyah Tulodong. Dari kisah Bhagawanta Bhari dapat diambil pelajaran bahwa berkarya untuk kepentingan bersama itu sangat mulia.

Menggabungkan antara bahasa, sejarah dan budaya seperti yang dilakukan oleh Hakim LC merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia pendidikan. Dan inovasi-inovasi seperti ini memang harus terus dimunculkan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas tanpa melupakan sejarah dan budayanya. Semoga semakin banyak lembaga pendidikan baik itu formal atau non formal yang dapat terus berinovasi seperti yang dilakukan Hakim Learning Center.

Bagikan: