Kelas Micro Teaching Hakim Learning Center sebagai Wujud Kepedulian terhadap Dunia Pendidikan dan Upaya Membangun Desa

Kelas Micro Teaching Hakim Learning Center sebagai Wujud Kepedulian terhadap Dunia Pendidikan dan Upaya Membangun Desa
Dok. Pribadi

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap individu di dalam suatu negara. Tak heran jika pendidikan dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan suatu negara, baik dari sistem maupun kualitasnya. Hal itulah yang membuat pendidikan sangat penting untuk diperhatikan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat umum. 

Pemerintah sudah banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, misalnya saja program sekokah 12 tahun, dana BOS, dan masih banyak yang lainnya. Tapi bagaimana dengan masyarakat sendiri? Sudah sejauh manakah kepedulian masyarakat tentang pendidikan di Indonesia?

Meskipun belum banyak diketahui dan terekspos oleh media, bukan berarti tidak ada masyarakat yang peduli pendidikan di Indonesia. Hakim Learning Center misalnya, Mr Ari Hakim beserta team membuat kelas mengajar atau kelas Micro Teaching sebagai bentuk kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Kelas Micro Teaching yang dibentuk oleh Hakim Learning Center ini bertujuan untuk mencetak tutor yang tidak hanya mahir basa asing, tapi juga peduli terhadap lingkungan sosial, cinta nilai-nilai kearifan lokal dan mau untuk membangun desa. 

Kegiatan-kegiatan membangun desa sudah banyak dilakukan oleh Hakim Learning Center. Menurut Ari Hakim, desa merupakan pusat peradaban bangsa. Dengan masyarakat desa yang maju, potensi-potensi yang ada di desa akan lebih mudah dikembangkan dan pada akhirnya akan mengangkat perekonomian masyarakat di dalamnya. 

"Desa merupakan pusat peradaban bangsa, masyarakat desa yang maju akan lebih mudah mengangkat potensi-potensi desanya dan pada akhirnya perekonomian desa akan lebih baik." Ujar Ari Hakim, ketua Hakim Learning Center. 

Sebagai bagian dari program membangun desa, dalam prakteknya kelas micro teaching ini lebih banyak terjun langsung mengajar anak-anak di desa-desa. Tentunya sebelum praktek mengajar para pengajar dibekali dengan ilmu-ilmu mengajar yang meliputi preview teaching, psikologi belajar, cara membuat silabus belajar, menyiapkan media belajar, menentuka metode mengajar, mengenal aneka kecerdasan diri, menajemen kelas, cara membuat permainan dan wawasan sekolah serta desa. 

Dengan adanya program micro teaching ini selain memberi banyak manfaat kepada peserta micro teaching, masyarakat sekitar desa juga merasa senang karena anak-anak bisa kembali belajar meskipun dengan durasi yang singkat. Warga juga berharap kegiatan membangun desa seperti ini lebih sering dilakukan agar para generasi penerus desa memiliki pemikiran-pemikiran yang lebih maju. 

Bagikan: