Cara Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum

Saya akan memberikan tips cara mengatasi ketakutan dalam berbicara didepan audiens.

Cara Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum

HLC Blog - Hallo sahabat semuanya, di kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang cara mengatasi ketakutan dalam berbicara. Sebelum penjelasan lebih lanjut, ada beberapa pertanyaan buat kalian nih

  1. Pernahkah kalian mendengar tentang ketakutan dalam berbicara?
  2. Tahukah kalian tentang ketakutan dalam berbicara?
  3. Pernahkah kalian merasakan ketakutan dalam berbicara?

Dan sekarang saya akan menjawab beberapa pertanyaan tersebut diantaranya :

  1. Apa itu ketakutan dalam berbicara ?
  2. Apakah tanda – tanda ketakutan dalam berbicara?
  3. Mengapa kita merasa ketakutan dalam berbicara?
  4. Kapan kita merasa ketakutan dalam berbicara?
  5. Tips untuk mengatasi ketakutan dalam berbicara?

Sekarang saya akan menjawab pertanyaan tersebut. Apa itu ketakutan dalam berbicara? Sprechangst (ketakutan dalam berbicara) terdiri dari 2 suku kata. Yakni Sprech dan Angst. Sprech sama seperti sprechen (berbicara) dan reden (pidato). Dan Angst sama seperti nervös (grogi) dan fürchten (takut). Ketakutan dalam berbicara adalah sebuah situasi yang secara sadar maupun tidak sadar. Pengertian lainnya adalah sebuah situasi, dimana seseorang merasa tidak yakin ketika menyampaikan sesuatu di depan umum. Hasil dari survei buku The People’s Almanac pada 3000 orang Amerika, bahwa ketakutan terbesar adalah ketakutan berbicara di depan umum.

Apa tanda – tanda dari ketakutan dalam berbicara? Umumnya ketika kita merasa demikian, tanda-tandanya seperti berikut :

  1. Berkeringat
  2. Wajah pucat
  3. Gemetar
  4. Bingung
  5. Takut
  6. Grogi
  7. Sesak napas
  8. Kebelet, dll

Selanjutnya, kenapa kita  merasa ketakutan dalam berbicara? Sekarang saya akan menjelaskan tentang penyebab ketakutan dalam berbicara. Saya telah mewawancarai 10 mahasiswa mereka berasal dari berbagai jurusan. Tujuh diantaranya ialah mahasiswa Sastra Jerman 2016. Satu orang ialah mahasiswa Pendidikan Bahasa Jerman 2017, Kevin namanya. Dia ahli dalam berdebat, dan yang lain berasal dari mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris 2016. Saya telah mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka. Sayapun bertanya, pernahkah Anda mengalami ketakutan dalam berbicara?. 9 dari 10 orang menjawab “iya”. Selain itu, saya juga telah melakukan survey melalui story Instagram. Dari 84 orang, 90% menjawab “iya” mereka pernah merasa ketakutan dalam berbicara dan menjelaskan alasannya, mengapa merasa demikian?

  1. Mereka takut salah ngomong
  2. Mereka takut ketika mendapat pertanyaan sulit dari audiens.
  3. Mereka tidak mengerti apa yang dibicarakan. Karena tidak menyiapkan materi dengan baik.
  4. Mereka takut, ketika mempermalukan diri sendiri, terliat bodoh dan lain lain.

Kita merasa ketakutan dalam berbicara di situasi yang berbeda-beda. Khususnya di depan umum. Contohnya :

  • Presentasi
  • Berpidato
  • Lomba pidato
  • Pembawa acara
  • Pidato tanpa teks
  • Moderator, dll

Saya akan memberikan tips cara mengatasi ketakutan dalam berbicara didepan audiens.

  1. Buatlah persiapan yang baik! Pelajarilah materi Anda, buatlah poin-poin penting, jangan menghafal tapi pahamilah materi, datanglah tepat waktu atau 1 jam sebelum acara dimulai dan latihan membuat ahli!
  2. Lakukan pernafasan dengan baik
    ⋆ Ambil nafas dari hidung
    ⋆ Keluarkan dari mulut pelan
    ⋆ Lakukan ini berulang kali hingga rileks. Bagaimana? Apa yang anda rasakan?
  3. Jangan melihat mata audiens, tapi lihatlah bagian kepala atau dahi.
  4. Tersenyumlah! Ini mudah dan sangat penting, karena Anda akan terlihat ramah dan rileks.
  5. Berdoalah! Karena do’a adalah langkah terakhir, untuk mennyelesaikan permasalahan.

Demikianlah lima hal yang harus Anda perhatikan agar komunikasi yang Anda lakukan berjalan dengan lancar, selain itu lima hal ini juga dapat membuat Anda menjadi seorang Public Speaker yang handal bila Anda selalu menerapkannya di setiap Anda berbicara. Sekian penjelasan kali ini, semoga bermanfaat.

Bagikan: